![]() |
| Ilustrasi weton Kamis Pon menurut Primbon Jawa. (Generatif Gemini) |
BABAD.ID | Stori Loka Jawa - Weton Kamis Pon merupakan salah satu kombinasi hari dan pasaran dalam sistem penanggalan Jawa yang diyakini membawa pengaruh besar terhadap watak, nasib, dan perjalanan hidup seseorang. Menurut tradisi Primbon Jawa, yang merupakan buku kumpulan catatan tentang perilaku kehidupan manusia, perhitungan weton dilakukan dengan menjumlahkan nilai neptu hari dan pasaran kelahiran.
Hari Kamis memiliki neptu 8, sementara pasaran Pon memiliki neptu 7. Dengan demikian, weton Kamis Pon memiliki jumlah neptu 15. Neptu ini menjadi patokan utama dalam berbagai ramalan, mulai dari kecocokan jodoh hingga proyeksi rezeki di masa depan.
Weton Kamis Pon berada dalam siklus Wuku Kuranthil. Menurut Primbon Pawukon Bayi Lahir, Wuku Kuranthil dilambangkan dengan Dewa Betara Tantra. Memahami Kamis Pon memerlukan analisis mendalam berdasarkan berbagai sumber primbon kuno, termasuk Primbon Djawa Pawukon dan Kitab Primbon Betaljemur Adammakna.
Watak dan Kepribadian Kamis Pon
Watak yang dimiliki oleh mereka yang lahir pada Kamis Pon adalah perpaduan antara sifat hari Kamis yang keras dan Pon yang cenderung sombong namun cerdas.
Sifat Dasar Berdasarkan Hari dan Pasaran:
Menurut Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, hari Kamis ibarat sifat api. Watak ini menunjukkan bahwa seseorang dengan weton Kamis cenderung surasa, yang berarti sabarang karepé kumudu dirasakaké (segala keinginannya harus dirasakan/dipertimbangkan dengan matang) dan lumuh kaungkulan atiné (tidak mau kalah atau diungguli). Namun, neptu 8 pada hari Kamis juga dihubungkan dengan peredaran Angin dan Petir. Konsekuensinya, watak ini juga diyakini menyebabkan jodohnya sering mendahului meninggal dunia, sehingga banyak orang yang takut menjadi suami atau istrinya. Orang Kamis suka dipuja-puja tetapi mudah ditipu atau dikibuli.
Sementara itu, pasaran Pon diibaratkan tingkah laku para Nabi dan dilambangkan dengan kambing. Watak pasaran Pon adalah pamèr, yang artinya kumudu ngatokaké donyané (suka memamerkan kekayaannya). Wataknya juga suka memperhatikan harta bendanya, sombong, dan sering bertindak tanpa mengingat harga dirinya. Menurut Kitab Primbon Sabda Pandita, orang Pon segala pembicaraannya menghendaki agar selalu dipedulikan atau diikuti orang.
Watak Khas Wuku Kuranthil:
Watak spesifik Kamis Pon diramalkan di bawah naungan Wuku Kuranthil dengan Dewa Betara Tantra.
1. Kecerdasan dan Keterampilan: Menurut Primbon Pawukon Bayi Lahir, Betara Tantra memiliki makna berwatak cerdas, terampil dalam bekerja. Orang Kamis Pon juga memiliki lambang burung emprit gantil, yang berperangai rajin bekerja dan tidak suka bermalas-malasan.
2. Keteguhan dan Keangkuhan: Wataknya cenderung pandai tetapi mudah marah, cekatan (trengginas), dan tidak senang menganggur. Pembicaraannya tidak mau tersaingi. Menurut Kitab Primbon Djawa Pawukon, Dewa Betara Tantra digambarkan paksa luwih pangucape (memaksakan perkataannya) dan waton para tantang (suka menantang).
3. Kemandirian: Menurut Primbon Sabda Pandita, wataknya adalah anteng pikir pijangkuh (tenang pikiran dan teguh pendirian) serta gemi (hemat/cermat), yang menunjukkan keangkuhan yang tidak terlihat.
Secara keseluruhan, menurut Primbon Pawukon Bayi Lahir, watak orang Kamis Pon adalah baik budinya. Namun, di sisi lain, segala pembicaraannya menghendaki selalu dianut. Jika terjadi hal yang menusuk perasaannya, ia sukar pulih kembali.
Karier dan Rezeki Kamis Pon
Perjalanan karier dan rezeki Kamis Pon menunjukkan potensi kesuksesan yang besar, terutama jika ia mampu mengendalikan sifatnya dan bekerja keras.
Proyeksi Rezeki (Usia Hidup):
Menurut ramalan nasib hidup seseorang berdasarkan hari kelahiran, yang dicatat dalam Primbon Pawukon Bayi Lahir, Kamis Pon (Neptu 15) mengalami siklus rezeki sebagai berikut:
• Masa Rejeki (Lahir hingga 17 tahun): Fase ini ditandai dengan kemudahan rezeki.
• Masa Untung (Usia 18 hingga 28 tahun): Hidup mulai senang dan serasi.
• Masa Jaya (Usia 29 hingga 42 tahun): Puncak kejayaan.
• Masa Bencana (Usia 43 hingga 56 tahun): Fase sulit yang harus diwaspadai.
• Masa Sri (Usia 57 hingga 75 tahun): Hidup kembali senang dan penuh harapan.
Orang Kamis Pon yang lahir pada Wuku Kuranthil mampu menjadi orang kaya, tetapi harus bekerja keras.
Bidang Pekerjaan yang Cocok:
Untuk mencari penghidupan, terutama bagi anak laki-laki yang lahir pada hari Kamis, sebaiknya menjadi pujangga dan bertani. Pilihan lain yang sesuai, berdasarkan Wuku Kuranthil, adalah sebagai pedagang beras, besi.
Jika melihat arah kejayaan (arah yang baik untuk mencari pekerjaan), neptu 15 (Kamis Pon) menunjuk ke arah Selatan atau Barat.
Menurut perhitungan Sri Sadana yang terdapat dalam Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, arah baik untuk berdagang atau mencari penghidupan (Sri dan Sadana) bagi Kamis Pon jatuh pada: Sri (Barat) dan Sadana (Timur). Jika ingin berburu atau berperang, disarankan mengambil arah Siksa (Selatan).
Upaya Penangkal Kesialan:
Karena watak Kamis Pon yang keras dan tidak mau diungguli bisa membawa dampak buruk, Primbon Jawa juga menyarankan penangkalnya:
1. Ruwat (Tolak Bala): Menurut Primbon Djawa Bekti Djamal, ruwat Kamis Pon adalah mandi keramas. Sedekahnya adalah tumpeng wrubing damar dengan lauk ayam, dan doanya disebut srapah.
2. Jimat: Jimat yang direkomendasikan adalah tanduk kerbau.
3. Pengobatan: Jika sakit, Kamis Pon rentan terhadap penyakit pada kaki kanan. Obatnya adalah merica dan cabe, diobatkan sore hari.
Jodoh yang Cocok untuk Kamis Pon
Dalam mencari jodoh, perhitungan neptu weton Kamis Pon (15) dapat dipasangkan dengan weton lain untuk meramal nasib rumah tangga. Salah satu metode yang paling umum adalah dengan membagi total neptu pasangan dengan bilangan 9, mencari sisa yang menghasilkan Baik, Rukun, atau Bahagia (Sisa 1, 3, 5, 7, 8).
Perhitungan Kecocokan Neptu:
Karena Kamis Pon memiliki neptu 15, untuk mencapai hasil yang baik seperti Ratu (sisa 7), pasangan yang ideal adalah yang memiliki total neptu 10 (sehingga 15+10=25, dan 25÷9 bersisa 7).
Weton dengan neptu 10 adalah:
• Jumat Wage (Neptu Jumat 6 + Wage 4 = 10).
• Ahad Legi (Neptu Ahad 5 + Legi 5 = 10).
Hasil Perkawinan (Sisa 7: Ratu): Jika Kamis Pon menikah dengan weton berneptu 10, total neptu mereka adalah 25. Menurut perhitungan pernikahan yang dibagi 9 (No. 15 dalam Primbon Betaljemur Adammakna), sisa 7 berarti Ratu, yang maknanya baik dan bahagia.
Jika neptu 15 dipasangkan dengan neptu 16 (misalnya Kamis Kliwon atau Rabu Paing), total neptu 31 menghasilkan sisa 4, yang berarti Banyak celakanya atau Cerai.
Jika neptu 15 dipasangkan dengan neptu 12 (misalnya Senin Kliwon), total neptu 27 menghasilkan sisa 0/9, yang berarti Susah rejeki.
Watak dalam Perkawinan:
Meskipun Primbon menunjukkan potensi Ratu (kebahagiaan) dalam pernikahan, watak pribadi Kamis Pon (terutama wanita) perlu diperhatikan.
Menurut Primbon Betaljemur Adammakna, wanita yang lahir pada Kamis Pon diramalkan dapat mengambil hati suami karena dicintai, namun perbuatannya hanya lahiriah saja. Secara batin, ia tidak menyenangi suaminya dan bahkan suka berbuat serong. Namun, sisi positifnya, ia banyak rejeki.
Laki-laki Kamis yang memiliki peredaran Angin dan Petir (menurut Primbon Betaljemur Adammakna) sering menyebabkan pasangannya meninggal dunia terlebih dahulu. Oleh karena itu, jika Kamis Pon menemukan pasangan yang cocok, kehati-hatian dalam memelihara keharmonisan rumah tangga sangat ditekankan.
Kesimpulan: Weton Kamis Pon (15) memiliki potensi besar untuk mencapai kemakmuran dan kedudukan (Jaya/Sri) di usia matang, dengan dukungan watak cerdas, rajin, dan terampil yang berada di bawah naungan Betara Tantra. Keberuntungan dalam rezeki dan karier paling optimal jika diarahkan ke Barat dan Timur. Untuk urusan jodoh, pasangan yang membawa kebahagiaan dan status Ratu adalah mereka yang berneptu 10, seperti Jumat Wage dan Ahad Legi.
Daftar Pustaka
Anonim. (1895). Boekoe primbon adoe djago (Tjitakan jang kadoewa). ALBRECHT & RUSCHE.
Anonim. (1957). Primbon para wali impunan saka wewedjangane para wali ing tanah djawa (Tjetakan kedoea). Toko Buku Sadu Budi. (Tanggal diambil dari bagian Pambuka dalam dokumen).
Anonim. (t.t.). Primbon Aji Saka: Almanak Pawukon 1000 Taun. [Tidak ada penerbit].
Cakraningrat, P. H. (1994). Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Ny. Siti Woerian Soemadijah Norradyo). Soemodidjojo Mahadewa. (Tahun diambil dari tanggal pada Kata Pengantar).
Sutikno, D., Maharkresti, R. A., Sumarsih, S., & Wardoyo. (1988). Primbon pawukon bayi lahir. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Tanojo, R. (1972). Primbon djawa pawukon. T.B. Peladjar.
Tanojo, R. (t.t.). Primbon sabda pandita: Primboné para ahli 'nudjum. TRIMURTI.
Wirapustaka, N. (1903). Sêrat pawukon saha panunggilanipun petang sanès-sanèsipun. Pahêman Radyapustaka.
